Showing posts with label coretan-coretan. Show all posts
Showing posts with label coretan-coretan. Show all posts

Friday, April 24, 2009

Sungai Gangga dan Isinya

Bagi yang sering nonton film India ,,
pasti nama sungai Gangga udah biasa didengar...
inilah sedikit kehidupan di sungai Gangga -India

sungai ini biasa dijadikan tempat mencuci, mandi,, dan kakus..
seperti layaknya sungai yang berada di negara berkembang pada umumnya..


namun ada sedikit perbedaan dengan negara kita dalam menggunakan sungai,,,
bagi umat Hindu di India,, ritual pembakaran mayat pun biasa
dilakukan di sisi sungai Gangga untuk kemudian dihanyutkan (larung) di sungai yang disucikan oleh mereka ini..

tapi ternyata tidak hanya itu....
ada juga mayat yang tidak dibakar terlebih dahulu...
Namun, langsung dihanyutkan begitu saja...

sehingga, kegiatan MCK pun..
harus bersamaan dengan mayat-mayat yang mengapung
diantara mereka...

dan melihat mayat mengapung disungai pun bukanlah hal yang aneh lagi..

banyak pula mayat yang terdampar di sisi sungai dan menjadi bangkai seperti ini..

ada juga yang dimakan burung

dan yang satu ini, menjadi santapan lezat para lalat...
Melihat banyak mayat yang mengapung dan mengambang diantara kegiatan mereka sehari-hari.. semoga saja mereka beristirahat dengan tenang, di sungai Gangga. Sungai yang mereka anggap suci. Dan apakah sungai ini akan tetap suci jika hal ini terus terjadi?



Read more...

Wednesday, April 1, 2009

Tragedi Tanah Datar




Berselang berapa hari dari tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung di Ciputat, Tangerang tanggal 27 Maret 2009,bencana sudah terdengar lagi kali ini menimpa saudara kita di Kecamatan Sungai Tarap, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.

Air bah diduga disebabkan jebolnya dinding telaga yang menampung air di lereng Gunung Merapi bagian barat, karena tak sanggup menahan air. Akibatnya, air bah menerjang pemukiman warga di daerah aliran sungai Batang Selo yang melalui Kecamatan Sungai Tarab, Salimpaung,Tanjung Baru, Sungayang dan Padang Gantiang

Banjir bandang disertai tanah longsor dikabarkan bencana yang biasa disebut Galodo ini lebih besar dari yang pernah terjadi pada tahun 1979, berdasarkan catatan yang ada bencana galodo yang cukup besar pernah menghantam wilayah Tanah Datar pada tahun 1979. Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 50 orang tewas mengenaskan.

Banjir bandang yang terjadi sekitar pukul 03:00 WIB, disebabkan hujan dengan intensitas tinggi selama dua hari terakhir mengguyur wilayah Kab. Agam dan Tanah Datar, akibatnya Sarasah --air terjun-- di lereng Gunung Merapi, meluap sehingga masuk ke sejumlah anak sungai di antaranya Batang Tabuh.

Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi Kabupaten Tanah Datar, mengatakan korban satu tewas dalam tragedi kali ini, adalah Yuliar, 68 tahun, warga Jorong Koto Panjang, Kecamatan Sungai Tarab. Ia ditemukan tewas 2 kilometer dari rumahnya yang hancur akibat air bah.

Sedikitnya 900 korban banjir bandang di Kabupaten Tanahdatar, Sumbatera Barat masih berada di tenda -tenda pengungsian karena rumah para korban rusak berat dan bahkan sembilan unit hancur terbawah arus dihantam air bah. sedangkan kerugian mencapai Rp15,3 miliar.

Diiringi doa mohon pertolongan-Nya agar bangsa ini dilepaskan dari bencana-bencana yang menimpa. Semoga Allah memperkenankan doa kita.

Sesungguhnya kami milik Allah, dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, karuniakanlah pahala kepadaku dalam musibah ini, dan gantilah bagiku musibah itu dengan yang lebih baik darinya. (H.R.Imam Muslim)

Read more...

Saturday, March 28, 2009

Tragedi Jebolnya Situ Gintung



Innalillahi wainnaillaihi rojiun....

Saya turut berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita dalam kejadian jebolnya tanggul Situ Gintung, Ciputat Tangerang Banten. Kejadihan yang menyedihkan Maret 2009 Jum’at dini hari, air bercampur lumpur menerjang perumahan penduduk sekitarnya, akibat jebolnya tanggul Situ Gintung.

salah satu korban adalah rekan kerja, beliau pensiunan Jasindo Bpk. H. Syahirman yang jenazahnya sudah ditemukan dan siang tadi telah dimakamkan di Tanah Kusir.

Kita doakan semoga para korban yang meninggal amalnya diterima oleh Allah swt, dan dosa-dosanya diampuni-Nya. Para korban yang sedang dirawat segera disembuhkan. Para keluarga korban diberi ketabahan dalam menghadapi musibah yang menyedihkan ini. Tak lupa juga kita doakan semoga Allah memberi ketabahan pada korban yang kehilangan keluarganya, mendatangkan solusi kemudahan bagi para korban yang kehilangan rumah dan materinya. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Bencana dan rakhmat adalah salah satu cara Allah menyampaikan pesan kepada manusia bahwa Allah adalah Tuhan dan penguasa alam semesta. Tidak ada yang bisa melawan KeperkasaanNya. Tapi, Dia bukan Dzat yang sewenang-wenang. Dia Maha Penyayang.









Berita ini saya dapat dari detik.com yang menceritakan tentang ditemukannya saudara kami. Bpk. H. Syahirman. berikut kutipannya.

Niatnya menyelamatkan mobil Sang Istri dari banjir. Apa daya, H Syahirman pun bersua dengan maut.

Jumat 27 Maret 2009 kemarin, Syahirman dan adik kandungnya Anshar Nashir sedang menatap cemas dari kediaman mereka di Pratama Hill, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Air yang mengalir ke rumah mereka pun semakin lama semakin tinggi. Sementara 2 dari 3 mobil mereka pun masih terparkir di pinggir jalan.

Khawatir mobilnya kemasukan air, keduanya pun lalu berinisiatif menyelamatkan mobil mereka. Anshar memasukkan mobil lebih dahulu ke garasi. Syahirman yang mengemudikan Honda City hitam pun mencari cara agar mobil istrinya Djaja Putri Aliunir (58), yang pensiunan Bank Mandiri itu, tak kemasukan air.

"Syahirman mencari tempat yang lebih tinggi," ujar Anshar di RS Fatmawati, Jl RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3/2009).

Anshar pun menjelaskan bahwa air sempat mencapai ketinggian 2 meter di luar rumah dan 1 meter di dalam rumah. Setelah hujan reda, keluarga heran karena Syahirman tak kunjung kembali. Keluarga lantas berkoordinasi dengan Tim SAR pada Jumat malam.

Sementara menurut kakak ipar Syahirman, Nurhasnah, Tim SAR sebetulnya sudah menemukan 3 mobil di bawah Jembatan Cireundeu. Namun setelah mengevakuasi 2 mobil, Tim SAR menghentikan pencarian menjelang magrib karena cuaca yang kurang mendukung.

"Sulit diangkat kali ya, jadi baru sekarang, baru diangkat," kata Nurhasnah di tempat yang sama.

Saat ini, tubuh Syahirman sudah terbaring kaku di RS Fatmawati setelah dievakuasi Tim SAR. Jasadnya pun dimandikan kedua anaknya yaitu Indra (29) dan Fajri (26). Sementara putri bungsunya Ninda (23) histeris saat tiba di kamar jenazah.

"Ninda pengen lihat papa! Ninda pengen lihat papa!" teriak Ninda.

Sekitar pukul 15.00 WIB jasad pensiunan PT Jasindo itu sudah dibawa kerabat dan langsung dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.


sampai saat ini 01 Apr 2009 17:30:46 Jumlah korban yang ditemukan tewas dalam Tragedi Situ Gintung dipastikan sudah mencapai angka 100 jiwa, sedangkan jumlah pengungsi adalah 902 orang.

"Jumlah korban meninggal dunia hingga Rabu (1/4) sore dipastikan 100 orang.

sumber : tvone

Read more...

Text

  ©Template by Dicas Blogger.